Murabahah (contoh kasus)

Posted: Oktober 10, 2011 in Bicara Syariah
Tag:,

Piutang Muraahah adalah menjual barang dengan harga jual sebesar harga perolehan ditambah keuntungan yang disepakati dan penjual harus mengungkapkan harga perolehan barang tersebut kepada pembeli.

Dalam transaksi murabahah yang dilakukan oleh bank syariah, bank sebagai penjual harus menyediakan barang untuk dilakukan jual beli dengan nasabah, yang diterima oleh nasabah adalah barang (aset) dari jual-beli yang dilakukan.  Berbeda dengan kredit investasi di bank konvensional, dimana bank menyediakan uang kepada nasabah untuk membeli barang yang dibutuhkan.

Contoh kasus:

CV. Mustika, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri air mineral, membutuhkan 2 unit truk tangki karena permintaan yang meningkat.  Kemudian CV. Mustika mengajukan pembiayaan ke Bank XYZSyariah dan ditawarkan produk Murabahah Investasi.  Harga 1 unit truk tangki adalah Rp 200.000.000,- dan CV Mustika membutuhkan 2 unit. Maka dari pengajuan pembiayaan tersebut diperoleh data sebagai berikut:

Dalam akad murabahah bank harus membeli terlebih dahulu secara resmi barang yang dipesan.  Kemudian bank menawarkan kepada nasabah dan nasabah harus menerima (membelinya).  Oleh karena itu bank diperkenankan meminta nasabah membayar uang muka sebagai tanda jadi.  Namun dalam prakteknya bank tidak secara langsung membeli aset, melainkan memberi kuasa (wakalah) kepada nasabah.

Uang muka menjadi bagian pelunasan Piutang Murabahah, jika akad murabahah disepakati[1].   Di sini, uang muka diakui sebagai angsuran pokok pertama, sehingga hutang murabahah CV Mustika yang digunakan oleh bank dalam menghitung angsuran adalah sejumlah Harga Jual dikurangi dengan uang muka.

Dari data-data tersebut di atas, maka dapat diperoleh perhitungan angsuran per bulan sebagai berikut:

= (Harga Jual – Uang Muka) / Jangka waktu

= (429.750.000 – 50.000.000) / 12

= 31.645.833

Angsuran yang dibayarkan oleh CV Mustika setiap bulannya terdiri dari dua komponen, yaitu Pokok dan Margin.

Jadwal Pembayaran Angsuran

Dalam metode anuitas, porsi pokok dan margin mengalami perubahan pada setiap angsuran yang dibayarkan.  Porsi pokok mulai dari kecil dan selanjutnya membesar, kebalikannya, porsi margin mulai dari besar dan selanjutnya mengecil.

Dengan perhitungan eq. rate secara effektif anuitas, maka jadwal angsuran CV Mustika menjadi sebagai berikut:

Demikian, terima kasih.

*) Disusun dalam rangka tugas kuliah Shariah Contract & Products – SBM-ITB – Bashar2

[1] Ikatan Akuntansi Indonesia, PSAK No. 102 paragraf 14

Komentar
  1. taqim mengatakan:

    terimakasih…dengan contoh di atas saya sangat terbantu untuk menerangkan presentasiku..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s