Ijarahh Muntahiyah Bittamlik – IMBT (contoh kasus)

Posted: Oktober 12, 2011 in Bicara Syariah
Tag:, , ,

Ijarah Muntahiya bittamlik (IMBT) adalah sewa yang diakhiri dengan pemindahan kepemilikan barang;  sejenis perpaduan antara kontrak jual beli dan sewa atau lebih tepatnya akad sewa yang diakhiri dengan kepemilikan barang di tangan si penyewa[1].

Perpindahan kepemilikan dapat melalui cara:

1.    Hibah

2.    Penjualan sebelum akad berakhir sebesar sisa cicilan sewa atau harga yang disepakati

3.    Penjualan pada akhir masa Ijarah dengan harga tertentu sebagai referensi yang disepakati dalam akad

4.    Penjualan secara bertahap sebesar harga tertentu yang disepakati dalam akad

Skema pembiayaan (Ijarah Muntahiyyah Bittamlik)


 

Contoh Kasus

PT Kebunku mengajukan fasilitas pembiayaan pada BRISyariah Cabang Tanjungkarang, berdasarkan formulir aplikasi perrmohonan fasilitas KPR tanggal 1 September 2011, dan telah disetujui oleh bank dengan plafond maksimum Rp. 190.965.261.193,- (seratus sembilanpuluh milyar sembilanratus enampuluh lima juta duaratus enampuluh satu ribu seratus sembilanpuluh tiga rupiah) berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Pembiayaan (SP3) / offering letter tertanggal 05 September 2011 dengan analisa pembiayaan  sebagai berikut:

1.        PT Kebunku adalah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan sudah berpengalaman menjalani bisnis kebun sawit;

2.        Hasil BI Cheking positif dan tidak masuk ke dalam Daftar Hitam Nasional (DHN);

3.        PT Kebunku bermaksud membeli alat-alat berat, mesin potong, truk dan mesin pabrik untuk mengelola kebun dan hasil   perkebunannya dengan total harga perolehan Rp 190.965.261.193,-;

4.        PT Kebunku hendak memperoleh fasilitas pembiayaan pada BRISyariah dengan jangka waktu 5 tahun (60 bulan);

 

Struktur Pembiayaan sebagai berikut :

1.

Struktur Fasilitas

:

Wa’d Al-Ijarah Muntahiyyah Bittamlik
Tujuan

:

Penyewaan peralatan dengan Obyek sewa seperti namun tidak terbatas pada alat berat, mesin potong, truk, mesin dan peralatan pabrik.
Total Harga Beli (Plafond)

:

Rp.190.965.261.193,-(seratus sembilanpuluh milyar sembilanratus enampuluh lima juta duaratus enampuluh satu ribu seratus sembilanpuluh tiga rupiah)
Margin Sewa

:

Rp.61.024.179.506,- (indikasi eq. 11.5% p.a.)

Prediksi untuk seluruh plafond

Jangka Waktu Wa’d

:

Maksimal 12 bulan setelah akad
Jangka Waktu Sewa

:

Maksimal 60 bulan per penarikan
Biaya Administrasi

:

Rp. 954.826.500,- (sembilanratus limapluh empat juta delapanratus duapuluh enam ribu limaratus rupiah)
Biaya Notaris

:

Estimasi sebesar Rp 15.000.000,- (belum termasuk pajak jual beli)
Biaya Asuransi

:

Rp. 50.000.000,-
Denda

:

Rp.750.000,-/hari
Pengikatan

Akad

:

Notaril

Jaminan

:

Notaril
Jenis Agunan

1.

Seluruh obyek sewa yang pengadaannya dilakukan oleh bank.  Nilai pengikatan sebesar invoice termasuk PPN atau minimal 190.965.300.000,-

dengan melampirkan dokumen sebagai berikut :1.                  Legalitas Nasabah : SIUP,

2.                  Laporan Keuangan, NPWP,

 

Dokumen Pengikatan

 

1.                  Akad Wa’d

2.                  Akad Wakalah

3.                  Akad Ijarah

4.                  Akta Pembebanan Hak Tanggungan

5.                  Lampiran (Tanda terima Barang, Tanda terima Uang, Surat Sanggup, Jadwal Angsuran)

 

Jadwal pelunasan dan cara pembayaran

Karena realisasi sewa dilakukan secara bertahap dengan jangka waktu wa’d maksimal 12 bulan, maka jadwal pelunasan disesuaikan sesuai realisasi.  Setiap realisasi memiliki tanggal jatuh tempo yang berbeda dengan jangka waktu sewa sama yaitu 60 bulan setelah realisasi.

Pada akhir periode dilakukan transaksi perpindahan hak milik dari bank kepada nasabah.

[1] Direktorat Perbankan Syariah, Kamus Istilah keuangan dan Perbankan Syariah

Komentar
  1. Randy Mahasiswa STAIN SAS BANGKA BELITUNG mengatakan:

    Thanks sangat membantuu,,,,postingannya….

  2. Hoyapirit mengatakan:

    Hehheheeee….Izin menukil ya..Hehe..Ada tgas ini.

  3. zulhadi mengatakan:

    terima kasih sekali..contoh kasusnya yang mudah dimengerti…..
    menurut saudara untuk menguasai perbnkan syariah itu dari mana dulu…?
    karna sudah 3 tahun saya hanya tahu bank konvensional saja..mohon bimbinganya..

    • ronnyhasjim mengatakan:

      Mungkin bisa memahami dulu konsep dasar yang membedakan antara Ekonomi Syariah (Perbankan Syariah) dengan Konvensional. Sekarang sudah banyak referensi yang ditulis oleh kalangan akademisi maupun praktisi perekonomian syariah di Indonesia. Saya juga masih belajar koq..🙂
      Terima kasih…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s